Skip to main content

Ulang Tahun?

Apa sih Ulang Tahun? Peristiwa yang di-ulang-ulang setiap tahun? Atau setiap tahun peristiwa itu di-ulang-ulang? Entahlah.
Tapi yang pasti, kebiasaan mainstream yang terjadi ketika hari itu adalah (yang saya perhatikan sejak saya bisa membaca keadaan) :



- Ketika zaman Sekolah Dasar. Lempar telor, lempar adonan tepung ditambah sedikit air. Hampir mirip proses membuat gorengan. Seru Pokoknya!
Tapi di zaman itu, saya tidak pernah menikmatinya, kenapa? Anda tahu bukan bulan Juli? Yap! Libur menjelang tahun ajaran baru. :P

- Ketika zaman di Madrasah Tsanawiyah. Hampir sama persis hanya dengan bumbu-bumbu berbeda, seperti cinta monyet misalnya, MAINSTREAM! Dan kembali saya hanya jadi penonton saja, alasannya? Balik ke zaman diatas.

- Ketika zaman setelah di Madrasah Tsanawiyah. Ada sedikit perubahan, disinilah kata TRAKTIR menjadi lumrah bahkan wajib! Dan lagi-lagi saya hampir tidak pernah melakukannya, semuanya TERLALU MAINSTREAM!

Dan sampailah pada hari ini, tepat hari peristiwa itu akan berulang. Dan hal mainstream yang terjadi semakin mengalami variasi. Tapi tidak untuk saya yaa. Mungkin anda berpikir?

- Kasian amat hidup lo Ndrie, nggak pernah ngerayain?
- Pelit, Maybe.
- Dan lain-lain ( isi sendiri.. )

Tapi ya sudahlah, semua pihak punya persepsi, doktrin, dogma yang harus dipegang dan diyakininya. Dan saya memilih tidak pernah merayakannya. Justru dihari inilah, saya perlu meng-check list :

- Sudah seperti apakah hidup saya ini?
- Anugerah umur ini sudah saya habiskan untuk apa?
- Cita-cita? Harapan apa yang sudah diizinkan terjadi oleh Dia setelah proses dan doa yang panjang?
- Dan lain-lain lagi ( biar saya isi sendiri, dan boleh anda tebak juga sih) :P

Ok, Btw... terima kasih untuk Anda teman-teman saya yang baik hati. Yang telah mengucapkan selamat dan do'a untuk saya hari ini. Dan saya juga pasti senantiasa balik mendo'akan di setiap jamuan setelah sujud.


Image by : Jordan Hardy


Comments

Popular posts from this blog

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu.
Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D

Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini.

Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu.
Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v

Anonymous I : Kebahagiaan

Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku.

Anonymous III : Ketenangan hati

Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa


Jawaban yang beragam bukan?
Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-teman saya itu, setuju?
Baik kita akan…

Aku Hampir Menjadi Ateis di Jepang, Anonim

Bada Maghrib setelah menyantap hidangan berbuka, duduk di teras Masjid, saya mendapatkan kisah ini.

Oh iya, saya sudah kenal dengan orangnya tahun lalu, tapi disini saya tulis anonim saja.

A: Gimana Ndri, jualan lancar?
Q: Alhamdulillah..
A: Gimana, udah nikah?
Q: Alhamdulillah, setelah lebaran dua minggu kemarin nikah. 😁
A: Udah punya momongan?
Q: Belum *nyengir
A: Terus masih tinggal sama orang tua?
Q: Langsung pisah begitu nikah pak.. Hehehe
A: Oh dimana? Beli, KPR atau ngontrak?
Q: Di Duta Kranji, Alhamdulillah masih ngontrak. Mau KPR takut riba. Nanti kalau udah saatnya beli cash.. Hehehe
A: Sama kok, saya juga sudah tujuh belas tahun ngontrak.

Skip, jadi disini intinya saya dan beliau bahas tentang riba dan seterusnya. Sampai...

A: Sama aja kok, beli atau ngontrak. Rasanya sama. Tapi dari ketenangan beda.
Q: Lebih berkah ya Pak..
A: Iya, Alhamdulillah. Saya punya anak 5 nurut semua. ( Salah satu anaknya temen saya itikaf dari tahun lalu)
Q: Alhamdulillah..
A: Oh ya, dulu waktu saya…

Dasar! anak kemarin sore...

Apa definisi sastra itu?
Aku tak tahu, juur aku goblok tentang itu..
Aku menganggapnya sebagai tempat untuk menuang perasaan..
Benar? mungkin juga salah..
Aku benar goblok kan?

Dalam dunia tulis-menulis itu ada ilmunya, apa kau tahu?
Yaah mungkin, tapi benar aku tak tahu..
Aku menulis apa saja yag ada di hati dan kepala..
Aku luapkan, tuangkan hingga batas kemampuan aku mengungkapkannya..
Tanpa mempedulikan aturan menulis itu, bebas..

Dasar! anak kemarin sore, bisa apa kau bicara tentang itu..
Serapahmu?..