Langsung ke konten utama

Postingan

Underground Revolution!!

Jangan berprasangka buruk dulu, apalagi mencela komunitas yang satu ini. Meski tampil urakan, ”ngepunk”, metal, tapi soal prinsip nomor satu. Ngeband, tapi saat adzan berkumandang, mereka segera menghentikan aktivitasnya dan shalat. Lirik mereka bukan pula anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan, melainkan bersumber dari Sirah Nabawi, al Qur’an dan hadits. Jangan anggap enteng, underground pun menggempur Zionis.  Salah satu personil komunitas underground,  Tengkorak , Ombat, saat dijumpai  Sabili,  mengatakan, untuk menghancurkan negeri-negeri Muslim, khususnya di Indonesia, tak perlu dengan perang fisik, senjata, atau pun bom nuklir. Tapi cukup dijejali dengan  drugs  (obat-obatan terlarang), miras, film porno, media gosip, termasuk dengan musik. Kesadaran itu mulai tergugah, tatkala Ombat pernah didatangi oleh media Barat saat hendak mewawancarainya. ’’Awalnya, gue ditanya siapa saja personilnya. Namun, sampai di satu titik, gue terkejut tatkala ...

Remember

Where not met a long time .. The sound of it is lost slowly .. So what? What is sacred earth had been free? Or still need a helping hand and a prayer? Still not out of memory .. Tears of women, children and parents .. Flowing on the horizon rises the morning sun and a long night .. But when asked, they simply replie : Let us fight for the freedom of our homeland, just help us with prayer and a helping hand .. Because we still have a Allah .. And He promised us victory or paradise .. What a glorious statement .. And what a happy and jealous self, to feel humiliated .. Happy, because it was so happy to hear their words .. Jealous, because they were promised two things .. Win or heaven in every second, minute and hour .. Feeling humiliated because, what have I done for Allah, Islam and His Messenger?

Only a matter of time...

Destroyed Or standing strong like a mountain All will be normal Habits become just The world will continue to laugh No matter how miserable overwrite No matter how happy reign That's nature Forming clay into a masterpiece that is the goal Carving a beautiful carving is a side effect Too late in the real sadness is unnecessary All just a matter of time All just about when the euphoria of happiness appears And drown, drown ..

Forget 'sick'

I had forgotten.. Imprisoned in the jail forget fulness.. I tied him in it and then shut all the windows, so that he could no longer see the light of freedom.. True, I no longer see himI forgot about 'sick..' Must be, because I created it own.. And as much as possible to replace it with a share, listen well.. Like most people who want the hope of goodness..

Surat Untuk Ibu

Pernahkah kau mau mengerti, Ikhlas yang kau lukai.. tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.. Kutak pernah bermaksud menyakitimu.. Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.. Nurani yang memanggil jiwaku… Dimana aku bersandung tentang dukamu.. Inilah laguku untukmu ibu.. Sekedar pengharapanku agar kau tahu.. Setulus kewajibanku sebagai seorang anak.. Membingkai kenangan kita.. Butiran-butiran kenangan perjalanan waktu.. Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu.. Diujung pintu rumah ku berlalu.. Menahan pilu tentang kehilangan dirimu.. Tapi jalan hidup adalah nuansa.. Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna.. Berantah logika yang harus kuterima.. Logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga.. Bahasa kasih sayang dari keharuman Madinah.. Disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah.. Hidayah dari s...

Suatu saat..

Kemarin bersama.. Melewati canda tawa, air mata.. Lusa sendiri.. Menantikan lagi.. Kebersamaan kita.. Apa yang terjadi, kini, lusa, kemarin? Denganmu, denganku? Terlupa dalam tanya.. Tanya kapan waktu tak bisa menghentikan kita.. Tanya kapan tempat bagai surga yang tak berbatas.. Masih menunggu.. Suatu saat..

Hanya soal waktu...

Hancur lebur Atau berdiri kokoh seperti gunung Semua akan biasa saja Kebiasaan menjadi saja Dunia akan terus tertawa Tak peduli nelangsa menimpa Tak peduli bahagia meraja Begitulah sifatnya Membentuk tanah liat menjadi sebuah maha karya itulah tujuannya Mengukir ukiran nan indah adalah efek sampingnya Terlalu larut dalam kesedihan sebenarnya adalah hal yang tak perlu Semua hanya soal waktu Semua hanya tentang kapan euforia bahagia muncul Dan menenggelamkanmu, menenggelamkanku..

Dreamland

Kelumpuhan yang berbahaya.. Yaitu kita dilumpuhkan oleh rasa takut dan ragu.. Kenapa? Ketika rasa takut dan ragu menerpa, kita telah kehilangan kepercayaan.. Kepercayaan bahwa kita dapat melakukan kebaikan, kebaikan bagi semua.. Kita berhenti berharap, bersikap sinis saat ragu dan takut melanda.. Bahaya itu disebarkan oleh mereka yang kehilangan kepercayaan dan sinis akan harapan.. Jangan sampai.. Jangan! Kita dibutakan akan harapan, kepercayaan.. Bahwa kita dapat melakukan kebaikan bagi semua.. Bahwa kita mempunyai pengharapan, tidak ragu, sinis.. Akan halnya kering kemarau berharap hujan.. Akan halnya berlayar di laut yang tak tenang, setelahnya di ujung perjalanan terdapat pulau.. Pulau impian!

Percakapan Tertulis

"Syukurilah kegoblokanmu...". sms yang kukirimkan kepada beberapa teman, dan itu adalah isi update status 'Guru'ku. Dan ada seseorang teman itu membalas, "Untuk apa,". "Menurut anda?,". balasku untuk memancingnya. "Untuk menjadi lebih baik?,". balasnya setengah tidak yakin nampaknya. "Anda benar!,". gayaku meyakinkannya. "Bagaimana caranya untuk mensyukuri sesuatu yang nggak kita inginkan?,". "Dengan merelakan dan mensyukurinya, nggak setiap yang kita anggap nggak baik itu nggak baik.. contoh, aku bersyukur lahir di keluarga broken home,". aku mencoba memberi pengertian, semampuku tentu. "Ya memang, terus apa yang kamu syukuri dari semua yang terjadi di hidup kamu?,". dia kembali bertanya. "Banyak sekaliii... salah satunya, aku bahagia bisa menjadi aku yang sekarang sekarang ini,". jawabku sekenanya. "Apa yang kamu bahagiakan dari hidupmu yang seka...

Doakan

Lama tak menyapaku.. Hati ini dingin, beku.. Apa aku tak normal, atau diatas normal? Apa jangan-jangan abnormal? Dan gila? Adakah sang pembawa api, yang mencairkannya perlahan? Yang menghangatkan.. Yang meneduhkan tanpa membuatnya kedinginan.. Pasti, sangat yakin! Siapa? Apakah benar dia? Atau dia yang lainnya? Aku takut sesat menafsirkan, mendefinisikannya.. Semoga saja dia, doa berharap.. Rasa yang tinggi, tanpa tercampuri.. Tanpa doktrin-doktrin atau cerita murahan tentangnya yang tertelan mentah-mentah.. Ingin aku lesatkan! Ingin aku luapkan semampunya.. Kepadanya.. Dan tentu saja, dalam ikatan yang jelas.. Doakan saja.. Segera.. Teman..

Menunggu Ia Sadar

Masih belum juga.. Terdampar di pulau kebingungan.. Telah lama terkapar menyelami pertanyaan.. Untuk apa, siapa? Hati ini tertawan.. Lelah ini terbayar.. Masih belum juga?! Mau sampai kapan?

Dia

Hati satu: tak ada yang bilang itu mudah, tapi seharusnya mudah, inilah proses, kau harus mengalahkan dirimu..   Hati dua: baiklah, teman..tolong tampar aku! tikam jiwaku dengan nasehatmu, bangkitkan aku..   Hati satu: tenang, teman..aku akan selalu didekatmu.. Hati dua: kenapa aku harus mementingkan mereka dulu? Hati satu: karena dengan begitu kau akan berarti, kalau pun sebentar lagi kau mati.. bukankah kau ingin jika mereka mengenangmu, mereka berkata " hidupku menjadi lebih baik karena dia"?   Hati dua: memang begitu, tapi aku pun butuh tempat mengadu? Hati satu: bukankah ada Dia?   Hati dua:...