Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Perkara Bubur

V : Kita sarapan apa hari ini? A : Bubur ayam yang lewat rumah aja kali yak? 07.00 07.30 08.00 08.30 Kok nggak lewat - lewat nih tukang bubur? Apa lagi naik haji? Sering ngalamin kejadian seperti ini? Bisa terjadi juga ketika nungguin tukang bakso, nasi goreng sampai nunggu keajaiban. Halah. Dan plot twistnya adalah, besoknya kami, saya dan istri sepakat sarapan yang lain. Ketika mau makan, si tukang bubur pun lewat. Bah! Yang kita inginkan tak selalu yang kita butuhkan, iya lagi iya lagi. Jadi, memang kita boleh berancana. Tukang bubur jualannya suka - suka dia.    

Warna

  Diwarnai dan mewarnai. Itu kesimpulan kami, saya dan istri. Ketika selesai melihat beberapa vlogger diaspora Indonesia di luar negeri. Terutama yang sudah menikah, terlihat jelas sekali dengan melihat keadaan anak - anaknya. Eh, Ndri.. wait. Ini bahas apaan sih? Ini bahas lukisan kan? Pelukis kan? Bukan, ini lebih dalam dari itu semua. *Aseeeek “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah ; kedua orang tuanyalah yang menjadikannya penganut agama Yahudi , atau Nasrani, atau Majusi .'' Hadits Riwayat Abu Hurairah , Shahih Muslim . Kan, kata gue juga apa, rada berat kan? Namanya juga kedalaman. Haha. Jadi, tahu soal diri sendiri sebelum mewarnai atau diwarnai jelas perkara yang wajib dilakukan bukan? Dan bisa dilakukan, jika.. Hening, tenang dan tentu saja itu ada dalam kesendirian. Dalam jeda diantara banyaknya distraksi dan riuhnya dunia. Baik dari yang nyata apalagi yang maya. Hei! Selamat datang!

Garwa

Di ujung senja merah dan disamping jiwa yang sedang menghadap-Nya. Aku ingin mengabadikan peristiwa dari aliran waktu yang ingin terus aku habiskan bersamanya. Lewat kata yang coba kurangkai seindah mungkin untuk bisa dibaca. Bahwa.. Aku ingin berterimakasih sebanyak mungkin kepada Ibu yang telah melahirkannya. Kepada Dia yang telah menulis lewat pena takdir bahwa harus bersamanya dalam menghadapi dunia dan segala isinya. Lebih dan kurang, tidak ada yang sempurna. Kurang dan lebih aku pun demikian. Tapi bukankah memang yang berlawanan seringkali merupakan pasangan yang ditakdirkan?  

Henti

  F : Lho mas, si Farhan mobil remote control-nya ada tiga. A : Tapi ya nggak dirumat ya, karena nggak ada saingan. Nggak ada yang ngajak baku hantam buat rebutan itu mainan. Haha. Kata RenĂ© Girard , dosa terbesar manusia adalah keinginan meniru, manusia tidak punya keinginan asli. Semua keinginan kita dipinjam dari orang lain. Kita menginginkan sesuatu karena orang lain ingin. Make sense nggak? Apalagi dengan adanya social media, yang dengan mudahnya membuat kita, saya terpengaruh dengan keinginan algoritma . Oleh artificial intelligence yang seakan-akan mengerti sekali soal keinginan kita. Jadi, berhenti sejenak. Bicara dengan diri sendiri tentang keinginan-keinginan, adalah tirakat yang perlu dilakukan. Perlu diusahakan. Iya kan?

Mazhab Jalan Panjang

Q = Kerja dimana Mas? A = Di rumah :D *Nyengir Q = Haha... :D 1 Desember 2012. Kalau dialog diatas diulang di tahun sekarang, mungkin sudah biasa saja. Tidak terlalu aneh, sudah lumrah, sudah banyak yang demikian. Terus kenapa? Hmm, mau cerita aja. Kemarin ketemu temen lama, harapannya ada kolaborasi antara aku dan dirinya dengan peluang apa saja dari yang sudah dibicarakan. *Eeaaaa Terus apa hubungannya? Ya, dihubungkan. Tentang pilihan, bahwa saya lebih suka memilih jenis bisnis yang urusannya panjang. Meski saya kerjakan dari rumah, sebisa mungkin dampaknya bisa kebanyak orang. Seperti petuah dari Guru kita semua, Anda tahu siapa. Tidak selalu tentang uang, tapi tentang kebermanfaatan dari keberadaan. Ya, kalau uangnya banyak saya juga senang lah. Haha.