Langsung ke konten utama

Gengsi Pernikahan





Lebaran, sebuah momen sakral untuk mempererat tali kekeluargaan. Dan biasanya diikuti dengan musim pernikahan setelahnya. Persis seperti yang akan kami lakukan, insyaallah. ( Do'akan lancar )

Lebaran, juga sebuah momen untuk pamer status sosial. Yap, baik disadari atau tidak. Sang Penipu begitu manis menyusupkan 'rasa' demikian. Baik diakui atau tidak. Benar kan?

Gengsi Pernikahan

Begitulah, seperti ilustrasi gambar diatas. Banyak kejadian yang berakhir demikian, atau pun berlama - lama tinggal di PMI ( Pondok Mertua Indah ). Yang lebih parah adalah, demi sebuah gengsi tidak sedikit yang berhutang. Iya, kalau masih hutang ke sanak saudara. Kalau ke Bank? 


Kapal pernikahan yang baru akan berlayar harus menanggung resiko tenggelam yang begitu besar. Bukan cuma di samudera dunia, tapi akhirat! Ngeri kan?

Untuk itulah kami akan melangsungkan pernikahan yang bisa dibilang antimainstream

wedding.langitnilai.com

Bisa dibilang mendobrak norma adat dan budaya. Mungkin ya? Tapi yang penting SAH secara agama kan! *iyaaaaaaaa :backsound:

Kembali ke ilustrasi gambar diatas, sedikit cerita. Semua dana yang akan dipakai untuk Gengsi Pernikahan itu, kami habiskan untuk menyiapkan bekal. Bekal untuk mengarungi samudera pernikahan yang belum pernah kami bayangkan.


Bukankah sebaik - baik kita adalah yang pandai menyiapkan bekal, bekal untuk kehidupan yang kekal?



NB : Bagi yang mampu secara finansial, tidak ada yang melarang pesta pernikahan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komentar

  Apa semua hal perlu dikomentari? Atau kita tunggangi untuk keperluan eksistensi? Dulu saya begitu, nggak ada kerjaan emang wkwkwwk Apa saya harus kasih solusi, sedangkan yang punya masalah nggak minta solusinya. Apa saya harus menjawab, kalau yang ngasih pertanyaan saja nggak ada. Apa saya harus berkomentar, sedangkan yang dikomentari saja.. terusin sendiri. Emang pinter si mang Mark Zuckerberg nanya melulu apa yang kita pikirkan. Kepo banget Adakalanya menjadi pengamat komentar lebih seru, makannya kerjaan saya sekarang namanya.. Social Media Analysis. Keren yak? Padahal bahasa Indonesianya, Tukang Baca Komentar.

Merak.. ( Dedicate to Wahyu Sulaiman Rendra )

pagi ini, 7 agustus 2009.. burung merak itu meninggalkan sarang.. bukan terbang sementara.. terbang menuju keabadiaan.. meninggalkan begitu banyak kata, sajak dan bait puisi, yang penuh nilai.. akankah datang pengganti? pangganti yang menelurkan kata, sajak dan bait puisi sarat makna dan nilai sepertinya.. selamat jalan, terbang menuju langit yang maha tinggi.. kami akan bertemu denganmu kelak, nanti.. semoga dirimu, ruhmu berdamai dan cukup dengan keyakinan yang kau pilih.. selamat jalan.. Dibuat tepat ketika mendengar kabar kepergiannya. Eastearth, 070809.

Sakit, hati..

Perasaan apa ini, sakit sekali tanpa tahu dimana asal datangnya.. Bagaimana aku menjelaskan, sementara aku pun kebingungan.. Kalau sakit hati karena seseorang, itu akan mudah.. Mudah, ada tempat yang bisa disalah-salahkan.. Bagaimana kalau penyebabnya saja tidak jelas? Apa aku ingin diperhatikan? Apa aku ini kurang diperhatikan? Atau aku sedang mencari perhatian? Atau mungkin aku ini kurang kerjaan? Wahai Engkau Sang Pemilik Hati.. Jagalah hati kami.. Agar ia tidak berpaling.. Tenangkanlah hati kami yang gusar.. Gusar karena dunia.. Gusar karena musuh abadi yang selalu lembut menghasut.. Cukupkanlah ia hanya dengan hati-Mu..