Langsung ke konten utama

Perjalanan Ke Syam

Ya Rabb
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini...
Engkaulah sumber kekuatanku…
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri...
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana…
Namun dibalik semua keterbatasanku...
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku...
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu..

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti…

Ya Rabb
Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb...
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb...
Angin kehidupan terus bertiup
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa...
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai...

Ya Rabb...
Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi-saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh...
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah
Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu
Mardhotillah... ya Rabb
Mardhotillah... ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb
padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu.. Ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu, Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…Ampunilah hamba ya Rabb...



Thufail Al Ghifari.

Komentar

7 Hari Dilihat

Apa Yang Dicari Dalam Hidup Ini?

Tiba-tiba pertanyaan itu melintas di benak saya, dan akhirnya daripada menyimpannya sendirian saya forward pertanyaan ke teman-teman via sms sore itu. Iseng-iseng berhadiah, hikmah :D Yah, agak lama memang menunggu jawaban daripada pertanyaan semacam itu, setidaknya  mungkin teman-teman saya mulai berpikir apa yang paling dia cari, apa yang paling penting dalam hidupnya kini. Finally, akhirnya beberapa dari mereka membalasnya pertanyaaan itu. Berikut saya kutip selengkapnya, tapi tetap Anonymous yaa :v Anonymous I : Kebahagiaan Anonymous II : Dimana aku bisa menemukan cinta sejati dari wanita yang sholeha yang bisa selalu mengingatkan kalo aku salah/khilaf. Yang bisa membimbing aku menjadi suami yang sholeh untuk keluargaku. Anonymous III : Ketenangan hati Anonymous IV : Rizki dari Yang Maha Kuasa Jawaban yang beragam bukan? Jawaban-jawaban itu menurut analisis saya sebagai pakar bla-bla-bla :D . Datang dari latar belakang, situasi dan kondisi teman-tema...

Si Belang, Si Botak dan Si Buta

  Agak lupa saya dengan alur kisah Israiliyat ini, dikarenakan hanya nyimak potongan hikmahnya saja subuh barusan, jadi versi lengkapnya kelewatan karena subuhan di Masjid yang berbeda jurusan. Alangkah baiknya saya kutip kisahnya saja yak, karena biasanya kisah Israiliyat ini banyak yang ajaib biasanya. Agak di luar nalar. Kita tidak boleh menyalahkan, tidak boleh membenarkan. Sumber orisinal ada di Hadist Shahih Imam Bukhari dan Muslim tentu saja. Dan ini representasi ala saya. Lebih tepatnya AI yang saya latih menjadi saya. *Apaan sih Ndri? Ya begitulah, baca aja dah! Semoga ada hikmahnya. Ada kisah tentang tiga orang. Satu kena kusta. Satu botak. Satu buta. Mereka miskin. Mereka menderita. Mereka ingin hidup normal. Allah sembuhkan. Allah kasih mereka harta. Dalam waktu singkat. Yang dulu kekurangan berubah menjadi berkecukupan. Tapi kemudian datang ujian. Ada orang miskin meminta bantuan. Dua orang menolak. Ketika diingatkan: “Bukankah dulu kamu juga seperti ini?” Mereka mala...

Don't Quit

Saya telah menjadi Agnostik dan meninggalkan Islam sejak dua ribu dua tiga. Sebuah utas yang menarik perhatian saya, apalagi sampai di pin segala di halaman profilnya. Saya kan jadi menebak - nebak dalam pikiran, itu anak muda kenapa ya? Apa ada trauma sama agama atau pemeluk agama, ada ini, ada itu. Apa sudah digrooming elit global sejak lama? Dan lain sebagainya. Well, minimal saya jadi resah dan jadi bahan update tulisan mingguan. Eh, nggak lama saya nemu counter-nya di feed, saya kutip langsung karena suka diksinya. Ini utas pembukanya : MUKJIZAT ADALAH ILMU YANG LONCAT TIMELINE Kenapa Akal 2026 Tidak Bisa Menilai Mukjizat 1400 Tahun Lalu Ada 2 jenis orang yang meninggalkan agama. Jenis pertama karena syahwat. Jenis kedua lebih menyakitkan: karena "rasional". Dia bilang: "Maaf, membelah laut , naik ke langit , menghidupkan orang mati itu tidak masuk akal. Jadi saya tidak percaya." Masalahnya bukan pada mukjizat. Masalahnya pada penggaris yang dia pakai untuk...

Krakatau 1883

Senja merah darah. Cahaya Bulan berubah kebiruan , tak lagi putih berpendar. Bahkan matahari terlihat kehijauan , tak lagi terang benderang. Hampir dua tahun lamanya, langit dunia seperti berubah menjadi sebuah kanvas raksasa. Dan kita semua tahu sekarang, siapa pelukisnya. Tapi, bayangkan itu terjadi ketika tidak ada internet . Tidak ada satelit. Tidak ada berita real-time di News Feed. Langit berubah menjadi merah menyala. Saking merahnya, di beberapa kota di Amerika Serikat orang-orang sempat mengira ufuk sedang terbakar. Di Norwegia , warna merah yang mengerikan itu kemudian dipercaya menjadi salah satu inspirasi visual bagi Edvard Munch ketika melukis The Scream . William Ascroft , pelukis di Inggris membuat ribuan sketsa tentang langit waktu itu yang berubah warna. Bukan kiamat. Bukan perang. Bukan akhir dunia. Hanya sebuah gunung yang meletus di Indonesia . Krakatau , 1883.

The Core

Ada titik dimana gue, ah udah deh keknya memang nggak pantas jadi penulis . Setelah kirim naskah tulisan ke beberapa penerbit. Eh, dipanggil, mana penerbit ini lokasinya di Depok , kan males ya. Jauh banget, mager kan kalau kesana dari Senopati . Eh, tulisan gue di approved ternyata, tanpa adanya revisi, pure copy paste dari blog. Mana ada banyak typo lagi. *Tahukan ini kisah siapa? Iya, saya sempat ngiri juga pak dengan istri, Kok bisa dia nerbitin buku yang runtut gitu isinya. Tapi, saya tahu pak, nggak ada yang bisa nulis sehumor tulisan saya, jadi saya pede dan masih hidup dengan menulis seperti itu. Ya nanti, kalau bisa jadi buku ya, alhamdulillah. *Tahu juga kan itu kisah siapa? Apaan sih Ndri, suruh nebak - nebak. Wkwkwk. Tapi yang jelas, itu bukan kisah elu kan? Iya. Cerita saya menulis, bukan jadi penulis lebih sederhana, tidak mengharapkan jadi buku ataupun menyenangkan pembaca dengan humor yang dipaksa. Cukup, membuat diri saya suka membaca ulang tulisannya di masa depan, s...

Masih Tujuh Belasan

Apa yang membuat kalian warga Malaysia iri kepada Indonesia ? Selain keramahtamahan orangnya ketika bertatap muka? Baca utas di Threads itu kok jadi senyum sendiri, bersyukur, sedikit ngenes, tapi ada harapan juga dari jawaban - jawabannya tetangga sebelah. Tapi ya sudah, bahas yang lain saja yang masih berkaitan lah yak. Masih tujuh belasan. Tepatnya tujuh belasan ke lima puluh lima buat dia yang jarang kata - katanya saya abadikan lagi di label Ibuku blog ini, maapin ya Mak! Langsung anakmu eksekusi di dunia nyata soalnya. Haha. Iya, Ibu saya dilahirkan tepat di hari ini, tujuh belas Agustus tahun sekian. Tidak pernah dirayakan atau merayakan, tapi tetap dimeriahkan seluruh rakyat Indonesia. Hmm, tetap dimeriahkan walaupun petugas yang dibayar, ada saja kelakuannya. Ada saja gebrakannya. Eh, kok kesana lagi. Inginku berkata kasar. Wkwkwk Dah gitu aja. Dirgahayu Emak dan Republik Indonesia .

Sia

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Dar der dor banget memang ngeliat kelakuan petugas rakyat Indonesia menjalankan tugasnya. Kok bisa, masih manusia kan ya? Belum selesai urusan A bisa langsung lompat ke urusan T bahkan salto ke Z, tapi ya begitulah. Kita semua sudah tahu kenapa. Ada yang meraba kita memang sudah fase keempat di fase - fase zaman yang disebutkan dalam sabda Nabi. Jadi ya sebisa mungkin dinikmati, tetap waras dan jaga api. Waras, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jaga api semangat untuk memegang kebenaran meski bisa terbakar dan mati. Terus apa hubungannya tulisan di paragraf pertama Ndri? Oh, itu tentang obrolan saya di suatu siang dengan teman ngaji, kok bisa ya kelakuan manusia bisa sebegitu jahatnya? Padahal hidup berdampingan kan bisa? Gimana mereka - Anda Tahu Siapa - kok bisa ngelakuin genosida, memakan riba, merusak bumi dan segal...