Langsung ke konten utama

Postingan

Mengenal

Malam - malam itu bertanya.. Seberapa kenal engkau dengan Tuan? Seberapa dekat? Apa saja yang telah engkau persembahkan? Dari segala pemberian.. Yang tidak mungkin akan selesai engkau jumlahkan.. Jadi, seberapa? Wahai hamba sahaya.. Image by : Andrie Whe

Nafs

Menduakan Tuan, putus semua pengharapan.. Menyombongkan diri, itu baju kebesaran Tuan.. Tidak rela akan kebaikan bahkan ingin menghancurkan.. Itulah dosa pertama anak cucu Adam.. Jauhkan.. Jauhkan.. Percaya sepenuhnya kepada Tuan.. Rendah hati dihadapkan.. Ikhlas dalam kebaikan.. Dekatkan.. Dekatkan.. Image by : Andrie Whe

Untukmu, Hamba Sahaya

Siapa yang berani mengakui Aku sebagai Tuannya.. Maka akan Aku penuhi segala permintaannya.. Dengan ukuran - ukuran yang sudah Aku tentukan.. Maka, wajib baginya menjadikan Aku sebagai tujuan.. Tempat memohon, berkeluh - kesah.. Karena Aku tidak akan mengabaikannya.. Aku menyukainya.. Dan sebaliknya.. Siapa yang berani mengakui Aku lalu menduakan.. Akan Aku cabut perlahan segala pemberian.. Perlahan.. Sampai tersadar.. Akulah Tuan tempatnya bersandar.. Image : naturalpastels

Terima kasih, Tuan

Egoisme mengklaim segalanya.. Ini karena, itu karena.. Tidak! Hanya perantara bukan siapa - siapa.. Biasa saja..

Teis

Setiap yang berakal dan mempunyai perasaan, pasti menemukan Aku. Tuhanmu, Tuhanku. Image by : ThousandWonders

Empat Negara

Sabar, kuat dan ikhlas Nak.. Tugas Ibu sekarang hanya berdo'a di sepertiga malam.. Image by : Pixabay

Desember Bulan

Bulan itu aku katakan iya, Tapi nyatanya butuh waktu dua tahun ditambah tujuh bulan.. Kamu dan aku terikat akad dalam kesederhanaan yang bersahaja, Panjang musim penantian itu, dan lihatlah hasilnya sekarang, Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya.. Dibayarkan sepenuhnya. Dan percayalah, kamu milikku. Akan aku muliakan seperti aku muliakan Ibuku.

Perihal

Kalau dari hal - hal kecil saja engkau tidak bisa bersyukur, bagaimana engkau akan didekatkan dengan hal - hal besar? Image by : Pixabay

Apa Harus?

Apa harus kena masalah dulu, agar do'amu jadi khusyu? Apa harus merdeka dulu, baru melakukan sesuatu? Apa harus mati dulu, agar tahu surga neraka asli atau palsu? Apa harus? ... Image by : Pixabay

Kata

Bermula dari kata - kata.. Semua bermula.. Bermula dari kata - kata.. Sejarah tercipta.. Bermula dari kata - kata.. Waktu pun bicara.. Bermula dari kata - kata.. Karena kata mantra bermula..     Image by : Pixabay

Aku Hampir Menjadi Ateis di Jepang, Anonim

Bada Maghrib setelah menyantap hidangan berbuka, duduk di teras Masjid, saya mendapatkan kisah ini. Oh iya, saya sudah kenal dengan orangnya tahun lalu, tapi disini saya tulis anonim saja. A: Gimana Ndri, jualan lancar? Q: Alhamdulillah.. A: Gimana, udah nikah? Q: Alhamdulillah, setelah lebaran dua minggu kemarin nikah. 😁 A: Udah punya momongan? Q: Belum *nyengir A: Terus masih tinggal sama orang tua? Q: Langsung pisah begitu nikah pak.. Hehehe A: Oh dimana? Beli, KPR atau ngontrak? Q: Di Duta Kranji, Alhamdulillah masih ngontrak. Mau KPR takut riba. Nanti kalau udah saatnya beli cash.. Hehehe A: Sama kok, saya juga sudah tujuh belas tahun ngontrak. Skip, jadi disini intinya saya dan beliau bahas tentang riba dan seterusnya. Sampai... A: Sama aja kok, beli atau ngontrak. Rasanya sama. Tapi dari ketenangan beda. Q: Lebih berkah ya Pak.. A: Iya, Alhamdulillah. Saya punya anak 5 nurut semua. ( Salah satu anaknya temen saya itikaf dari tahun lalu) Q: Alhamdulillah.. A: Oh ya, dulu wak...

Ramadhan Kini

Ramadhan kini.. Denganmu.. Denganku.. Dengan-Nya.. Ramadhan kini.. Cintamu.. Cintaku.. Cinta-Nya.. Image by : Artem Vasilenko