Ayat Hidup Normal

by 11:57:00 pm 0 komentar




Jadi setelah ngaji dan makan - makan, minimal harus ada di bawa pulang kan yaa?
Dan ternyata ada ayat dalam Al Qur'an yang membahas tentang hidup normal, secara rinci dan berlaku sampai kapan pun. *Lha, elo selama ini kemana?

- Disini aja kok -_-

Baiklah, share aja lah. Biar jadi pengingat lupa dan pengabadian kata.



Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. 3 | 14

Bahas satu - satu aja biar enak?

Perempuan - Perempuan 

Siapa sih yang suka jadi jones? Walau yang idealis sekalipun, pada akhirnya harus nikah juga lah. Kecuali emang nggak normal, atau nggak laku? #eh

Anak - Anak

Nikah buat apa sih? Selain alasan menyempurnakan setengah agama, ujung - ujungnya yaa berkembang biak (hewan kalee) alias mencari keturunan aka regenerasi.

Harta Benda Emas Perak

Kalau udah punya anak minimal udah punya rumah lah yaa? Terus nyimpen harta di dalamnya lah, nggak cuma emas perak, itu analogi. *mikir dikit dong..hee

Kuda Pilihan

Udah punya rumah masa nggak punya kendaraan? Alphard minimal *Aamiiin ( Backsound )

Hewan Ternak

Lha itu rumah, kendaraan emang hasil darimana? Kalau nggak usaha? Kecuali bapak moyang elo tajir 7 x 7 x 7 turunan. (Itung sendiri hasilnya, males)

Sawah Ladang

Kalau udah punya usaha, duit lebih biasanya sih buat beli properti di dunia kekinian. Betul atau betul? Invest! Invest!



Jadi, kalau ada orang yang sudah berada di level demikian. Itu normal bro! Elo juga bisa kok, itu udah ada ayatnya yang walau pun udah 1400an tahun nggak bakalan berubah sampai kiamat!

Tapi, moral tafsir ala kadarnya ini adalah..


Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.






Image by : Javier Sanchez

Andrie Whe

Seseorang yang ini terus bernilai!

Ketika senang datang, aku menikmatinya.. Ketika susah datang, aku berusaha menikmatinya.. Dan ketika susah itu terlalu menyakitkan lalu emosiku kalah telak, aku andalkan sisi spiritualku untuk mengakses nilai yang lebih tinggi yang terdapat di dalamnya.. Dan semua menjadi sederhana dibuatnya..

Post a Comment