Langit

by 8:25:00 am 2 komentar



Nampaknya pelukismu enggan membiarkanku turut memberi warna dalam goresan-goresannya..
Ia juga tak lagi bertanya padaku tentang tema..
Dan rasaku tak pernah pula diterjemahkannya..


Langit..
Kulihat dia semakin bersemangat membangun mimpinya..
Semakin sibuk saja dia ..
Dan taukah engkau wahai langit.., 
Aku kini tak pernah lagi disapanya..
Biarlah, asal aku tak dilupakannya saja..


Langit..
Kali ini usahlah memberi nilai seperti biasa..
Dengarkan celotehku saja..
Biar pelukismu yang mencernanya..

Andrie Whe

Seseorang yang ini terus bernilai!

Ketika senang datang, aku menikmatinya.. Ketika susah datang, aku berusaha menikmatinya.. Dan ketika susah itu terlalu menyakitkan lalu emosiku kalah telak, aku andalkan sisi spiritualku untuk mengakses nilai yang lebih tinggi yang terdapat di dalamnya.. Dan semua menjadi sederhana dibuatnya..

Post a Comment