Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika Cinta Bersubsidi

Judul tersebut bukan mau menandingi sebuah novel laris manis karya sarjana Al Azhar Mesir yang fenomenal nan monumental, bukan pula mau menandingi pemerintah yang sedang gencar di mass media dalam mengkampanyekan pemberhentian sistem bahan bakar bersubsidi, bahkan bukan pula membahas tentang urusan halal ataupun haramnya pacaran (karena kami yakin, teman-teman lain penulis di situs ini telah menyiapkan soal tersebut). Tulisan ini ditujukan hanya untuk mengasah daya nalar dalam berfikir dan menyadari sebuah realita yang ada aja kok, gak lebih. Pacaran, sebuah kata yang udah gak tabu lagi buat diucapkan. Bahkan varian demam cinta ini tak hanya melanda hubungan berbeda jenis saja. Tapi pacaran juga berlaku buat mereka yang memiliki hubungan khusus dengan sesama jenis. Nah lho! Muda-mudi jaman sekarang, bisa dibilang kuper kalo belum pernah ngalamin yang namanya pacaran dalam hidupnya. Justru pujian bagus buat mereka yang suka gonta-ganti pacar, dari mulai play boy sampai ...

Terikat

Bagaimana aku mencernanya? Aku telah menghindarinya sudah lama Aku mau terikat dengan satu jiwa saja Aku tak mau menggelisahkan diriku dengan dosa yang, yaa memang indah nampaknya Apa aku harus sedih atau bergembira karenanya? Tentu jelas, aku pilih bergembira! Sampai datang satu jiwa yang apa adanya, dan juga apa adanya dengan keadaanku yang terlihat merepotkan Tapi sebenarnya sederhana saja Dan tentu jelas aku tak akan menyesali keputusan yang kubuat Hidup dengan tuntunan yang sudah diwariskan.. Eastearth, 050810.

Catatan Terakhir

Terjagalah dari segala maksiat dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri Ini bukan cerita cinderella bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya Tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur Dinyatakan dari ketulusan dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam Bersemi dari pupuk akhlak yang hebat berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat Tidak! ini tak akan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta yang buta oleh warna-warni dunia yang fana Ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya Keteladanan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah Untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan Dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta  Karena bukan apa siapa dan bagaimana tapi luruskanlah dalam wangi surga Karena ...

surat seorang jomblo

Seiring hilangnya senja, aku tetap memikirkan tentang keberadaanmu. Entah mengapa diri ini demikian merindui dirimu. Di antara hamparan padang impian yang terbentang tak berjarak, hanya dibatasi oleh kedipan mata ini ketika terlelap.  Saat ini kuakhiri lagi rutinitas yang amat melelahkan. Kuberdo'a selalu kepadaNya, semoga semua ini bisa mengantarkanku padamu yang kini terdampar di atas guratan takdirku. Entah kapan Dia akan mengijinkanku jatuh cinta padamu, aku hanya berjalan menapaki garis-garis nasib yang kini mulai membekas menjadi kerutan di dahi.  Oh iya, bagaimana kabarmu malam ini? Semoga rembulan di luar sana bisa menyaksikan kita yang saling merindu. Malam ini, ketika kupandangi langit, pasti engkau juga sedang menatap lekat sang ratu malam. Percayalah, di sisiku kini hanya ada segenggam harapan tentangmu yang...

Soal Harga Diri

Berapa harga dirimu? Waduh, seakan-akan harga diri bisa ditakar dengan materi. Emang begitu kan kondisi saat ini. Yang namanya harga diri, murah banget. Diobral seribu tiga juga banyak yang mau. Kok bisa? Coba kamu amati lingkungan sekitarmu. Harga diri, terutama kaum perempuan alias cewek, sudah banting harga di mana-mana. Mulai dari gaya berpakaian yang kelihatan pusar, (maaf) celana dalamnya, underwear alias kaos daleman, sampai berpakaian tapi telanjang. Yaitu berpakaian tapi semua lekuk tubuhnya kelihatan dengan amat sangat jelas bentuk dan ukurannya. Dikomporin oleh sinetron kacangan di TV yang isinya melulu pacaran dan pacaran, remaja kita jadi ikutan. Tubuh cewek, bagian mana yang belum terekspos oleh lawan jenisnya (baca “ pacarnya”) sih? Dalih palsunya sih biasanya sebagai bukti cinta. Padahal mah, pelecehan harga diri yang seharusnya nggak boleh dibiarkan begitu saja. Tapi kalo mau sama mau, kan nggak ada hukumnya tuh. Nah loh, bingung juga kan? Yuk, kita preteli satu per...