Penyusup, itulah kata awal yang kusematkan untuk kehadiranmu yang kala itu serasa mengganggu. Lalu seiring berjalannya waktu, asam garam, jatuh bangun, kata itu berubah menjadi, teman hidup. Bersamamu.
Awalnya tak pernah terlintas bagaimana caranya. Tapi ternyata caranya sendiri yang datang menjawab semua pertanyaan semua kemustahilan. Asal, bersamamu.
Sekarang, aku ingin membuat pertemanan ini manjadi abadi, tidak terikat waktu, tidak menua, tidak ada akhirnya. Dengan usaha, dengan tunduk pasrah dengan segala ketentuan-Nya. Dalam kesempitan dalam kelapangan. Dalam ketidaksempurnaan yang berharap sempurna, masih bersamamu.
17 Syawal 1447 Hijriyah.

Komentar
Posting Komentar