Ulang Tahun?

by 4:14:00 pm 0 komentar
Apa sih Ulang Tahun? Peristiwa yang di-ulang-ulang setiap tahun? Atau setiap tahun peristiwa itu di-ulang-ulang? Entahlah.
Tapi yang pasti, kebiasaan mainstream yang terjadi ketika hari itu adalah (yang saya perhatikan sejak saya bisa membaca keadaan) :



- Ketika zaman Sekolah Dasar. Lempar telor, lempar adonan tepung ditambah sedikit air. Hampir mirip proses membuat gorengan. Seru Pokoknya!
Tapi di zaman itu, saya tidak pernah menikmatinya, kenapa? Anda tahu bukan bulan Juli? Yap! Libur menjelang tahun ajaran baru. :P

- Ketika zaman di Madrasah Tsanawiyah. Hampir sama persis hanya dengan bumbu-bumbu berbeda, seperti cinta monyet misalnya, MAINSTREAM! Dan kembali saya hanya jadi penonton saja, alasannya? Balik ke zaman diatas.

- Ketika zaman setelah di Madrasah Tsanawiyah. Ada sedikit perubahan, disinilah kata TRAKTIR menjadi lumrah bahkan wajib! Dan lagi-lagi saya hampir tidak pernah melakukannya, semuanya TERLALU MAINSTREAM!

Dan sampailah pada hari ini, tepat hari peristiwa itu akan berulang. Dan hal mainstream yang terjadi semakin mengalami variasi. Tapi tidak untuk saya yaa. Mungkin anda berpikir?

- Kasian amat hidup lo Ndrie, nggak pernah ngerayain?
- Pelit, Maybe.
- Dan lain-lain ( isi sendiri.. )

Tapi ya sudahlah, semua pihak punya persepsi, doktrin, dogma yang harus dipegang dan diyakininya. Dan saya memilih tidak pernah merayakannya. Justru dihari inilah, saya perlu meng-check list :

- Sudah seperti apakah hidup saya ini?
- Anugerah umur ini sudah saya habiskan untuk apa?
- Cita-cita? Harapan apa yang sudah diizinkan terjadi oleh Dia setelah proses dan doa yang panjang?
- Dan lain-lain lagi ( biar saya isi sendiri, dan boleh anda tebak juga sih) :P

Ok, Btw... terima kasih untuk Anda teman-teman saya yang baik hati. Yang telah mengucapkan selamat dan do'a untuk saya hari ini. Dan saya juga pasti senantiasa balik mendo'akan di setiap jamuan setelah sujud.


Image by : Jordan Hardy


Andrie Whe

Seseorang yang ini terus bernilai!

Ketika senang datang, aku menikmatinya.. Ketika susah datang, aku berusaha menikmatinya.. Dan ketika susah itu terlalu menyakitkan lalu emosiku kalah telak, aku andalkan sisi spiritualku untuk mengakses nilai yang lebih tinggi yang terdapat di dalamnya.. Dan semua menjadi sederhana dibuatnya..

Post a Comment