Maukah kamu menjadi pacarku?!

by 10:36:00 am 0 komentar

"Jangan salah persepsi.
Tulisan ini sama sekali tidak
membenarkan judul di atas.
Hanya sbg umpan utk
menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa
mudahnya wanita diperdaya
oleh lelaki/cowok. Bahkan
dgn sangat angkuhnya
wanita sering berpendapat
bahwa dirinya tidak akan
mudah termakan rayuan
gombal lelaki. Itu benar,
karena dimasa sekarang ini
tidak ada lelaki yang bibirnya
bisa mengucapkan rayuan
gombal seperti film-film
Indonesia toempoe doeloe.
Tetapi dgn pendidikan dan
teknologi yg berkembang,
metode kami berubah
(red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan
semua SDM dan SDA yang ada
di sekitar kami untuk
menunjang tegaknya diagnosa
“ SERIUS” dihadapan target
(wanita). Apakah property
“ nebeng”? Oh tidak! Bahkan
hanya dengan kesederhanaan,
malah jadi pamungkas yg
cukup jitu untuk meluluhkan
hati wanita incaran kami.
Karena dengan
kesederhanaan dan property
seadanya, akan
mendatangkan kesan
ketulusan dan bersahaja. Yang
kemudian menimbulkan cinta
sepenuh hati, berakibat
kepasrahan. Ini fokusnya,
kepasrahan yang artinya
diriku sepenuhnya kuserahkan
padamu, termasuk my virgin
(klo masih).

Wahai wanita, tidak semua
diantara kami kaum lelaki
mengincar hartamu, yang
merupakan incaran kami
sebenarnya adalah SEX,
sejauh mana dirimu
memberikan rasa penasaran
kepada kami, selama itu pula
kami sanggup bersandiwara
dengan sekuat tenaga kami.

Mengapa kami sebut
sandiwara? Karena kami
menyimpulkan bahwa yang
telah beristeri saja masih
banyak yang selingkuh (meski
tidak semuanya).
Pernikahan yang kejelasan
statusnya dilindungi oleh
hukum agama dan UU
Negara, masih sering kami
injak-injak. Apalagi status
pacaran? Yang sama sekali
tidak dikuatkan oleh
peraturan manapun. Artinya
seorang cowok bisa saja
berpacaran dengan seribu
cewek dalam waktu
bersamaan atau sebaliknya.

Maka jadilah pemuda-pemudi
bangsa ini sebagai pakar zina,
dari yang kecil sampai yang
besar.
Tapi masalah jadi bangsa apa
bukan urusan kami, selagi
kami masih bisa menikmati
kenikmatan dunia lewat tubuh
wanita secara free, maka
paradigma “Pacaran sebagai
proses penjajakan” akan
selalu kami sebarkan dengan
cara apapun.
Sex dengan pacar sendiri
sangat berbeda rasanya
dengan sex dengan pelacur
manapun dengan harga pakai
berapapun.

Sebab wanita yang
selalu jadi target kami
tentunya bersih, sehat, bebas
penyakit menular seks (PMS),
terawat dan terdidik.
Soal kaya atau miskin si target
itu bisa disesuaikan.
Maksudnya apabila kami telah
sukses memperdaya hati
target, maka keadaan
keuangan akan sangat mudah
dikendalikan berdasarkan
scenario “rasa pengertian”
yang kami ciptakan di hati
target. Pulsa yang kami
keluarkan untuk menjalin
kedekatan tidak sebanding
dengan kenikmatan yang
menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses
bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu
“ kenikmatan” terhadap target
berjilbab memerlukan
beberapa trik tambahan.
Tetap bersikap sederhana,
apa adanya, bersahaja,
pengakuan terhadap
kekurangan diri, bersikap
humoris dan sedikit bumbu
religi yang didapat dari
ceramah ustadz-ustadz di
televisi bisa jadi referensi
tambahan.

Usaha kami sukses terhadap
target yang berjilbab yang
juga masih berpakaian ketat,
sehingga jilbab kadang-kadang
hanya menutupi rambutnya
dan tidak menutupi ukuran
“hardware” indahnya. Kulit
target yang halus mulus
karena sering tertutup dari
polusi udara dan matahari
memberikan sensasi yang
tidak sama dengan target
tidak berjilbab pada
umumnya.
Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila
target berjilbab tapi juga
berpakaian yang lebar,
sehingga tidak tampak
keindahannya lewat mata
secara fisik, tapi kami sangat
yakin dibalik pakaian yang
lebar itu tersimpan lebih
banyak keindahan. Kami
kurang pasti penyebab
kegagalan usaha kami
terhadap target tersebut, bisa
jadi keteguhan target dalam
memegang keyakinan bahwa
keindahan yang mereka miliki
merupakan “harta berharga”
yang hanya akan disuguhkan
kepada suami mereka
nantinya.

Kenyataan yang
menggembirakan adalah
target “kokoh” semacam ini
berjumlah sangat sedikit jika
dibandingkan dengan total
target “empuk” yang banyak
tersedia di sekitar kami.
Pada umumnya target
menginginkan “keseriusan”.
Ketidaktahuan mereka
terhadap makna kata serius
ini yg sering kami
manfaatkan sebagai peluluh
hati mereka. Trik yang kami
gunakan bermacam-macam,
mulai dari kirim sms yang
bertuliskan “Aku serius lho
sama kamu”, telepon diatas
jam 23.00 (tarif murah) untuk
bicara panjang lebar dengan
topik yang dipilih secara
random. Ini trik yang paling
sederhana dan cukup jitu
untuk target yang masih lugu
atau pura-pura lugu soal
keseriusan hubungan.

Maksudnya walau target
sudah mengerti tentang trik
yang kami jalankan dalam
meraih target, tapi seiring
waktu dan semangat kami
yang tidak berputus asa dalam
menjalankan skenario, cepat
lambat target yang dulunya
pura-pura lugu akan luluh
akhirnya melihat semangat
tulus palsu kami.
Jika tujuan utama kami yaitu
tubuh indah target belum
didapatkan, maka bukti
keseriusan palsu kami dapat
dikuatkan dengan memboyong
mereka ke orang tua kami
atau sebaliknya, kami
bersedia diboyong ke orang
tua target. Sampai disini saja
keberanian kami untuk
bermain dengan kata serius,
untungnya karena 99% target
telah takluk pada level trik
ini.

Kenyataan yg juga
menggembirakan kami adalah
apabila ternyata orang tua
kami atau oramg tua target
juga memiliki paradigma
“ Pacaran adalah proses
penjajakan” atau “Pacaran
adalah proses yang harus
dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!

Target yang telah
beranggapan bahwa “inilah
jodohku”, dengan paradigma
ini kami telah mendapatkan
kepercayaan penuh dari
segala pihak untuk
memperlakukan target semau
kami. Termasuk menikmati
kenyamanan sensasi seks
penuh gratisan yang kami
tunggu-tunggu selama
perjuangan. Tidak perlu buru-
buru, karena kami sangat dan
sangat memperhatikan situasi,
kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami
bosan dengan target yang
sudah habis manisnya karena
kami hisap atau muncul target
baru yang lebih segar, maka
skenario pelepasan diri dapat
dijalankan dengan berbagai
alasan. Sangat mudah
melakukannya mengingat
semua manusia memiliki
kekurangan, kekurangan
inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi
pokok bahasan yang berlanjut
dengan putusnya hubungan.
Alasan ketidakcocokan bisa
menjadi penangkal
pertanyaan orang tua masing-
masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan
baru bagi kami untuk memulai
skenario pengejaran target
baru. Tampang berduka,
bahkan tampang tegar paska
putus pun bisa menjadi pesona
di hadapan target baru ini.
Tentunya kami tidak
meninggalkan trik-trik
peluluhan hati yang kami
terapkan terhadap target-
terget sebelumnya seperti
sederhana, tampil apa
adanya, bersahaja, sedikit
ditambah bumbu humoris
karena target pada umumnya
ingin dekat dengan orang
yg selalu bisa membuatnya
tersenyum dalam setiap
keadaan. Target selalu ingin
merasakan aman, nyaman,
disayang, diperhatikan
(beberapa). Maka sedaya
upaya kami akan ciptakan
suasana tersebut hanya
didekat kami. Persepsi bahwa
di dekat kami maka target
merasa aman, nyaman,
tenang, tersenyum, dan damai
merupakan paradigma yang
harus kami ciptakan di dalam
kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami
selalu sukses dalam
pencapaian tujuan kami,
menjadikan kami sangat
berpengalaman dan cerdas
dalam program ini, dengan
atau tanpa hambatan sama
sekali. Sungguh indah dunia
ini, dipenuhi dengan target-
target berpendidikan tapi
bodoh yang menunggu giliran
untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah
serius klo pacaran, ngapain
takut !”
Jika terget berfikiran seperti
kata-kata di atas, maka
pemikiran seperti ini juga
merupakan peluang besar
bagi kami untuk memulai
skenario peluluhan hati. Yang
kami utamakan lebih dahulu
adalah mengadakan ikatan
super tidak jelas bernama
Pacaran, soal cinta atau tidak,
itu cuma masalah waktu. Trik-
trik yang kami lancarkan akan
mengubah keadaan hati
target seiring waktu yang
dilalui bersama-sama dan
komitmen semu tentang
pacaran yang kami atau orang
lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok
seperti itu, cowokku ga gitu
and ga mungkin begitu !”.
Kata-kata sejenis ini
merupakan tolak ukur
keberhasilan skenario BHSP
(Bina Hubungan Saling
Percaya) yang nantinya
menjadi peluang besar untuk
mendapatkan tubuh target di
kemudian hari. Karena salah
satu yang kami ingin bentuk
adalah pendapat target bahwa
kami adalah cowok yang
berbeda dengan cowok pada
umumnya.

Jika Anda wanita
berpenampilan menarik atau
tidak, bertubuh indah baik
tertutup atau tidak, mencari
keseriusan hubungan, mencari
cinta dari sesama manusia
tanpa pemahaman yang
jelas …
Maka Anda target kami
berikutnya!!!

Wahai wanita, ketahuilah
bahwa seorang laki-laki yg
benar-benar serius
terhadapmu akan datang
kepada orang tuamu dengan
berkata “Pak, saya ingin
menikahi putri Bapak,
sekarang saya punya
penghasilan Rp …../bulan, dst”,
sedangkan laki-laki yang
benar-benar serius ingin
menghabisimu akan datang
langsung kepadamu dengan
berkata “Maukah kamu jadi
pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita
ketika ia menerima tembakan
seorang lelaki untuk jadi
kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita
ketika orang tua/walinya
mempertimbangkan lamaran
seorang lelaki untuk jadi
isterinya.

Hancurkan harga diri dengan
pacaran, muliakan diri
dengan ...
Tidak ada solusi termuat
dalam tulisan ini, meskipun
solusinya tertulis tetapi tidak
akan menghentikan kegiatan
kami, kami hanya bisa
berhenti jika semua target
mengaplikasikan solusi yang
sebenarnya sudah mereka
tahu.

Pacaran sebagai proses
penjajakan, penjajakan =
peng ”injak-injakan” atau
pen”jajal”an.
Jika Anda belum pacaran,
Nantikan kehadiran kami di
sisi Anda!

Jika Anda telah putuskan,
Nantikan juga kehadiran kami
di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran,
maka tunggu tanggal “main”
kami bersama Anda!

Wallahua ’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at
02.22 am
Senandung Mutiara Senja wrote on August 5, 2010. ( Seorang teman di Millatfacebook.com )


Andrie Whe

Seseorang yang ini terus bernilai!

Ketika senang datang, aku menikmatinya.. Ketika susah datang, aku berusaha menikmatinya.. Dan ketika susah itu terlalu menyakitkan lalu emosiku kalah telak, aku andalkan sisi spiritualku untuk mengakses nilai yang lebih tinggi yang terdapat di dalamnya.. Dan semua menjadi sederhana dibuatnya..

Post a Comment