Dan Akhirnya Aku Tersadar

by 12:07:00 pm 0 komentar

Ketika menulusuri millatfacebook saya
menemukan artikel yang cukup
menarik perhatian mengenai
pergaulan masa kini. Artikel
itu bercerita tentang seorang
wanita korban dari sekian
banyak korban pacaran, dan
dampak bagi kehidupannya.
Untuk lebih jelasnya, yuk kita terusin bacanya,,,
dan maaf jika artikel ini
repost... Karena tidak ada niat
lain, melainkan untuk saling
mengingatkan bagi kita semua
untuk saling menjaga...


“Aku mengirimkan surat ini
kepadamu karena aku merasa
surat ini pantasuntuk disebar
luaskan, sebab surat ini
menjelaskan sampai sejauh
mana bencana yang menimpa
sebagian gadis di bawah
slogan emansipasi dan
pacaran!!! Akan tetapi yang
menjadikan kita semakin
bersedih adalah kejadian ini di
dengar dan di saksikan oleh
para walinya. Aku tuliskan
surat ini agar menjadi
pelajaran bagi kaum laki-laki
sebelum wanita, agar kaum
laki-laki menjaga keluarga
wanita mereka dan anak gadis
mereka, agar tidak
kehilangan harga diri dan
terjatuh kedalam perangkap
syaitan. Korban ini, yang Allah
Subhanahu wa Ta ’ala
selamatkan sebelum terjatuh
kedalam jurang yang tak
berdasar namanya F.A.Q, dia
berkata: “Aku dulu hidup
dengan penuh kebebasan,
sampai-sampai aku memiliki
hubungan dengan para
pemuda tetangga, dan aku
membujuk mereka untuk
berbicara denganku dan aku
berlemah lembut kepada
mereka. Sungguh aku (waktu
itu) sangat tidak punya rasa
malu, aku menggunakan
telephon untuk berhubungan
dengan mereka. Sampai suatu
saat ada seorang pemuda
yang ketika melihatku
langsung berkeinginan untuk
melamarku. Akan tetapi
ketika dia mendengarkan
cerita tentang diriku sering
disebut-sebut oleh pemuda
lingkunganku, dia berpaling
dariku dan memilih untuk
menikah dengan adikku.
Aku tidak sholat dan juga
tidak menjalankan sedikitpun
ajaran agama. Pada suatu hari
mobilu macet di tengah jalan,
maka aku melambai-
lambaikan tanganku dengan
harapan agar ada mobil yang
sudi untuk berhenti dan
membantuku, aku lakukan hal
ini beberapa lamanya.
Walaupun banyak pemuda
yang berhenti dan turun,
tetapi hanya untuk menikmati
senyum dan memandangi
tubuhku yang mirip telanjang.
Di saat itu … ada sebuah mobil
yang berhenti dan turunlah
seorang pemuda yang biasa-
biasa saja, tidak nampak
padanya tanda-tanda orang
yang beragama. Aku sangat
terperanjat ketika dia tidak
mau memandangiku dan hanya
bekerja keras dan serius
dalam membenahi mobilku.
Aku sangat keheranan karena
dia tidak tergoda olehku dan
juga tidak berusaha untuk
merayuku sebagaimana
dilakukan oleh para pemuda
lainnya!? Maka aku berusaha
untuk merayunya dan akupun
tersenyum manis
dihadapannya. Akan tetapi dia
tetap tidak mau
membalasnya. Dan ketika dia
telah menyelesaikan
pekerjaannya dan selesai dari
memperbaiki mabilku, dia
berkata kepadaku: ’Semoga
Allah melindungimu, dan
hendaknya engkau menutup
dirimu ’. Kemudian dia pergi
meninggalkan aku dalam
keadaan terheran-heran
melihatnya.

Akupun bertanya-
tanya pada diriku: Apa yang
menyebabkan seorang
pemuda belia yang jiwa muda
dan kelelakiannya sedang
memuncak tidak terfitnah
denganku, bahkan dia
menasehatiku agar aku
menutup diriku?!
Di sepanjang
jalan aku bertanya-tanya:
Kekuatan apa yang menahan
pemuda itu? Akupun terus
memikirkan perkataannya
kepadaku, apakah aku dalam
kebenaran? Ataukah aku
sedang meniti jalan
kebinasaan? Aku tidak henti-
hentinya keheranan, sampai
akhirnya aku tiba dirumah,
dan kebetulan pada hari itu
tidak ada seorangpun yang
dirumah.
Dan ketika aku masuk rumah,
tidak berapa lama datanglah
suami adikku yang dulu
hendak menikahiku, lantas
diapun bercanda denganku …
Sebagaimana kebiasaanku,
akupun meladeninya dengan
lirikan dan kata-kata yang
manis, sampai-sampai dia
berusaha untuk menodaiku.
Saat itulah aku tersadar, dan
aku merasakan betapa
hinanya diriku. Perasaan yang
tidak pernah aku merasakan
sebelumnya, akupun
menangis. Aku berhasil lolos
dari srigala ini dalam keadaan
selamat badanku, akan tetapi
jiwaku sakit. Aku tidak tahu
apa yang harus aku lakukan?
Dan apa penghujung jalan
yang sedang aku tempuh …?

Akupun berusaha untuk
mencari pelarian dari jiwaku
yang gundah … Aku tidak
mendapatkan sesuatu yang
dapat melupakanku dari
kejadian tersebut pada film-
film, lagu-lagu, atau kisah-
kisah.Sehingga aku jatuh sakit
beberapa minggu, kemudian
aku berkenalan dengan
beberapa wanita yang taat
beragama, dan salah seorang
dari mereka menasehatkan
kepadaku agar aku
melaksanakan sholat.

Sungguh mengherankan,
ketika pertama kali aku
melakukan sholat, aku
merasakan adanya
ketenangan yang belum
pernah aku rasakan
sebelumnya. Maka akupun
rajin melaksanakan sholat dan
menghadiri ceramah,
membaca Al-Qur ’an dan
akupun mengenakan hijab
(busana muslimah) yang
syar ’iy.Sampai-sampai pada
suatu hari keluargaku
keheranan ketika melihatku
sedang sholat. Semenjak
itulah aku meniti jalan yang
benar dan berdakwah di jalan
Allah, akupun meninggalkan
jalan kesesatan.Sekarang aku
memiliki jadwal ceramah
tentang hakikat taubat,
keutamaan Allah Azza wa
Jalla dan kemurahan-Nya
terhadap segenap hamba-Nya
dengan memudahkan jalan
hidayah untuk mereka …

Segala puji hanya milik Allah
yang dengan nikmat-Nya hal-
hal kebaikan dapat
terlaksana …”.


Andrie Whe

Seseorang yang ini terus bernilai!

Ketika senang datang, aku menikmatinya.. Ketika susah datang, aku berusaha menikmatinya.. Dan ketika susah itu terlalu menyakitkan lalu emosiku kalah telak, aku andalkan sisi spiritualku untuk mengakses nilai yang lebih tinggi yang terdapat di dalamnya.. Dan semua menjadi sederhana dibuatnya..

Post a Comment